Sunday, April 5, 2009

SW Integration


SW integration merupakan main activity ketujuh dari submodel system development (SD). Main activity ini dapat dibagi menjadi beberapa subactivity sebagai berikut:

- Integration into SW component

- Self-assessment of SW component

- Integration into SW unit

- Self-assessment of SW unit

Berikut ini adalah gambaran tentang subactivity dan hubungan antar subactivity yang ada pada SW integration.


Gambar 1. SW Integration Subactivity


Gambaran product flow dari SW integration dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 2. SW Integration


Integration into SW Component


Suatu SW substructure dapat terdiri dari satu atau beberapa SW module, database, atau SW component. Suatu SW substructure juga mungkin mempunyai dummies. Sebisa mungkin semua dummies akan digantikan pada subactivity ini dengan melakukan iterasi. Jika masih ada dummies yang belum dapat digantikan pada subactivity ini, maka penggantian dummies paling lambat dilakukan pada subactivity integration into SW unit. Setiap pelaksanaan atau iterasi dari subactivity ini, suatu SW substructure dengan integration level yang lebih tinggi diciptakan dari satu atau beberapa SW substructure. Hal ini dapat diwujudkan dengan beberapa hal di bawah ini:

- Integrasi substructure yang belum dihubungkan

- Penggantian dummies dengan operational substructure

- Penggantian substructure dengan versi yang lebih baik

- Integrasi off-the-shelf products

- Pembubaran prototype

- Pertukaran simulator atau emulator dengan operative hardware atau software

Dalam melakukan integrasi pada subactivity ini, mungkin perlu dilakukan pembuatan code atau penulisan procedure sebagai tambahan pada SW module yang sudah ada. Setelah proses integrasi selesai, SW component lalu dikirimkan untuk dilakukan self-assesment secara bergiliran. Gambaran product flow dari subactivity ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 3. Integration into SW Component


Self-Assessment of SW Component


Pada subactivity ini, developer harus melakukan self-assessment terhadap SW component. Self-assesment yang dilakukan mempunyai kemiripan atau dapat dibandingkan dengan self-assessment yang dilakukan pada subactivity self-assessment of the SW module/database. Gambaran product flow dari subactivity ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 4. Self-Assessment of SW Component


Integration into SW Unit


Pada subactivity ini, SW module, database, dan SW component diintegrasikan ke dalam SW unit. Proses integrasi ini dilakukan seperti proses integrasi pada subactivity integration into SW component, walaupun procedure yang digunakan mungkin berbeda berdasarkan apa yang didefinisikan pada integration plan. Tidak boleh terdapat dummies pada hasil dari subactivity ini. Gambaran product flow dari subactivity ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 5. Integration into SW Unit


Self-Assessment of SW Unit


Pada subactivity ini, developer harus melakukan self-assessment terhadap SW unit. Self-assesment yang dilakukan mempunyai kemiripan atau dapat dibandingkan dengan self-assessment yang dilakukan pada subactivity self-assessment of the SW module/database. Pada dasarnya, self-assessment yang dilakukan harus meliputi hal-hal berikut ini:

- Assessment terhadap fungsionalitas dari SW unit

- Assessment terhadap reliability, efficiency, dan real-time response behavior dari SW unit

- Assessment terhadap usability, changeability, dan portability

-Assessment terhadap SW-internal interfaces yang terdapat antar SW module, database, SW component, dan processes

- Assessment terhadap SW-external interfaces

Gambaran product flow dari subactivity ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 6. Self-Assessment of SW Unit


Documents


Berikut ini adalah format dari implementation documents (SW unit)/SW unit yang dihasilkan pada SW integration.


Gambar 7. Implementation Documents (SW Unit)/SW Unit


Referensi


Address

Tanggal Akses

http://www.informatik.uni-bremen.de/uniform/gdpa

3 April 2009

http://v-modell.iabg.de/index.php?option=com_docman&task=

cat_view&gid=16&Itemid=30

3 April 2009

SW Implementation


SW implementation merupakan main activity keenam dari submodel system development (SD). Main activity ini dapat dibagi menjadi beberapa subactivity sebagai berikut:

- Coding of SW modules

- Realization of database

- Self-assessment of the SW module/database

Berikut ini adalah gambaran tentang subactivity dan hubungan antar subactivity yang ada pada SW implementation.


Gambar 1. SW Implementation Subactivity


Gambaran product flow dari SW implementation dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 2. SW Implementation


Coding of SW Modules


Pada subactivity ini programming specification dirubah ke dalam bentuk implementation language, yaitu programming language, query language, dan lain sebagainya. Subactivity ini hanya akan berhenti setelah code sudah di-compile dan di-link dengan benar. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam subactivity ini:

- Programming (dengan berdasarkan pada standard dan regulasi yang telah ditetapkan)

- Pembuatan compile procedures, link procedures, loading procedures, installation procedures, dan generation procedures

- Melakukan compile dan link runs

- Melakukan koreksi sampai compile dan linking dapat dilakukan dengan benar (bebas dari error)

Gambaran product flow dari subactivity ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 3. Coding of SW Modules


Realization of Database


Pada subactivity ini dilakukan konversi terhadap schema definition dari database ke dalam bentuk data definition language. Subactivity ini hanya akan berakhir setelah generation runs. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam subactivity ini:

- Formulasi dari database definition

- Pembuatan procedures untuk generation runs

- Database generation

- Melakukan koreksi sampai database generation bebas dari error

Gambaran product flow dari subactivity ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 4. Realization of Database


Self-Assessment of the SW Module/Database


Pada subactivity ini developer harus melakukan self-assessment terhadap SW module dan database yang telah dibuatnya. Untuk itu object harus di-install pada assessment environment terlebih dahulu dan test case juga harus dibuat dulu. Setelah melakukan self-assesment, akan dilakukan evaluasi terhadap hasil dari assessment. Kalau hasil evaluasi memuaskan, maka object akan dikirimkan ke quality assurance (QA) untuk assessment secara formal. Kalau hasil evaluasi tidak memuaskan, maka dilakukan proses iterasi terhadap activities pada system development (SD) sampai diperoleh hasil evaluasi yang memuaskan. Gambaran product flow dari subactivity ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 5. Self-Assessment of the SW Module/Database


Documents


Berikut ini adalah format dari implementation documents (SW module)/SW module dan implementation documents (database)/database yang dihasilkan pada SW implementation.

.

Gambar 6. Implementation Documents (SW Module)/SW Module


Gambar 7. Implementation Documents (Database)/Database


Referensi


Address

Tanggal Akses

http://www.informatik.uni-bremen.de/uniform/gdpa

2 April 2009

http://v-modell.iabg.de/index.php?option=com_docman&task=

cat_view&gid=16&Itemid=30

2 April 2009

Detailed SW Design


Detailed SW design merupakan main activity kelima dari submodel system development (SD). Main activity ini dapat dibagi menjadi beberapa subactivity sebagai berikut:

- Description of SW component/module/database

- Analysis of resources and time requirements

Berikut ini adalah gambaran tentang subactivity dan hubungan antar subactivity yang ada pada detailed SW design.


Gambar 1. Detailed SW Design Subactivity


Gambaran product flow dari detailed SW design dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 2. Detailed SW Design


Description of SW Component/Module/Database


Pada subactivity ini dilakukan pendeskripsian konstruksi dari setiap SW module dan SW component sampai ke level programming specification dengan mempertimbangkan environment, realisasi dari functionality, data keeping, exception dan error handling, dan lain sebagainya. Setiap database juga dispesifikasikan sampai ke level elementary parts, yaitu data dan attributes. Tables, views, data elements, dan integrity conditions juga harus didefinisikan.

Pada subactivity ini juga dilakukan pembuatan data dictionary berdasarkan informasi tentang database yang terdapat pada SW architecture dan SW design. Data dictionary juga harus mengandung informasi tentang implementasi, misalnya identifier, data type, data format, dan lain sebagainya.

Selain itu juga dilakukan update terhadap operational information berdasarkan hasil yang diperoleh dari subactivity ini. Gambaran product flow dari subactivity ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gambar 3. Description of SW Component/Module/Database


Analysis of Resources and Time Requirements


Pada subactivity ini dilakukan penelitian dan penilaian terhadap requirements berdasarkan feasibility dari requirements. Dilakukan penelitian terhadap resource dan waktu yang dibutuhkan berdasarkan SW architecture dan deskripsi SW component/module dan database. Selain itu juga harus dipastikan bahwa maintenance dan modification dapat dilakukan (jika memang diperlukan) tanpa melakukan redesign. Berikut ini adalah gambaran product flow dari subactivity ini.


Gambar 4. Analysis of Resources and Time Requirements


Documents


Berikut ini adalah format dari document data dictionary, SW design, dan operational information yang dihasilkan pada detailed SW design.


Gambar 5. Data Dictionary


Gambar 6. SW Design


Gambar 7. Operational Information


Referensi


Address

Tanggal Akses

http://www.informatik.uni-bremen.de/uniform/gdpa

2 April 2009

http://v-modell.iabg.de/index.php?option=com_docman&task=

cat_view&gid=16&Itemid=30

2 April 2009